Selasa, 09 Oktober 2018

Mengapa Sangat Sulit Sekali Mendapatkan KPR Dari Bank Syariah?

Dari hari ke hari, harga rumah semakin melambung padahal semakin banyak juga orang yang membutuhkan hunian. Tentu saja hal ini menimbulkan persaingan dalam mendapatkan rumah. Hampir semua orang ingin membeli rumah dengan harga murah, namun kualitas dan fasilitasnya bagus. Beberapa orang ada yang memilih membangunnya secara bertahap karena alasan dana yang terbatas.


Membangun rumah sendiri memang lebih murah, namun menyita waktu, pikiran dan tenaga. Anda harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, mulai dari denah rumah, belanja material, mencari tukang profesional, dan lain sebagainya. Apabila Anda ingin praktis dan tidak ribet, membeli rumah yang sudah jadi menjadi pilihan tepat. Anda tinggal menempatinya tanpa harus melakukan banyak proses perencanaan.

Untuk masalah harga tak perlu khawatir. Jika Anda tak punya dana banyak untuk membeli cash, sekarang sudah ada fasilitas KPR sehingga Anda bisa membeli rumah dengan sistem cicilan. Akan tetapi, dalam memilih KPR harus selektif. Pilihlah yang tidak memberikan bunga terlalu tinggi. Bahkan, ada KPR syariah yang bisa Anda pilih.

Pada sistem Bank Syariah, pengambilan keuntungannya tidak naik dari waktu ke waktu selama periode cicilan. Sebab, sudah ada akad di depan yang menyatakan hal seperti itu. Dengan begitu, sistem Bank Syariah tidak memberatkan nasabah.


Alasan Sulitnya Mendapatkan KPR Dari Bank Syariah

Salah satu keuntungan memilih KPR syariah adalah sistemnya tidak mengarah pada riba. Akan tetapi, cukup sulit mendapatkan persetujuan dari Bank Syariah.

Berikut ini alasan mengapa mendapatkan KPR dari Bank Syariah cukup sulit.

1. Terbelit hutang

Pastikan Anda tidak masuk di dalam blacklist Bank Indonesia karena itu sangat berpengaruh bagi diterimanya permohonan KPR Anda di Bank Syariah. Misalnya saja saat Anda masih memiliki hutang cicilan kendaraan bermotor, kartu kredit dan lain sebagainya. Pihak bank tidak ingin mengambil resiko dengan bertransaksi dengan orang yang masih memiliki banyak hutang karena resikonya tinggi.

Pihak bank tidak ingin berspekulasi dengan memberikan KPR kepada pihak yang bisa berpotensi macet dalam membayarkan cicilan. Oleh karena itu pastikan Anda tidak terjerat hutang atau masih memiliki cicilan saat akan mengambil KPR di Bank Syariah.

2. Penghasilan

Penghasilan juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi diterimanya KPR atau tidak. Biasanya pihak Bank Syariah akan menetapkan berapa nominal minimal penghasilan tetap dari seseorang yang bisa mendaftar untuk mengajukan KPR. Usahakan pula memiliki slip gaji bulanan dan keterangan bahwa Anda memang bekerja di kantor.

Bagi para freelancer, hal ini mungkin agak menyusahkan karena biasanya mereka tidak memiliki pendapatan tetap setiap bulannya. Namun hal ini tidak berarti jika Anda seorang freelancer lantas tidak bisa mengajukan KPR. Pihak bank akan memeriksa besarnya pendapatan bulanan Anda secara rutin selama 1 tahun agar lebih yakin akan menerima pengajuan KPR. 


3. Batas usia minimal dan maksimal

Faktor usia ternyata merupakan salah satu tolak ukur dalam diterimanya KPR di Bank Syariah. Biasanya KPR akan ditolak bila pemohon sudah mulai memasuki usia tidak produktif karena dianggap kurang prospektif dan memiliki resiko tinggi. Pihak bank akan memilih dan mempertimbangkan jangka waktu cicilan dan usia pensiun pemohon.

Usia minimal untuk mengajukan KPR adalah 21 tahun atau sudah menikah. Jadi, manfaatkanlah waktu Anda sebaik mungkin saat masih muda untuk mengajukan KPR agar potensi diterimanya lebih besar. Pihak bank memberikan syarat maksimal pemohon berusia 55 tahun saat kredit berakhir. Hal ini akan memperkecil resiko pihak bank mengalami kerugian karena kredit macet.

4. Waktu pengajuan KPR

Tanpa disadari ternyata KPR juga memiliki waktu tertentu yang membuka peluang lebih besar akan diterima pengajuannya. Sebisa mungkin jangan mengajukan KPR di bulan mendekati akhir tahun seperti Desember. Hal ini dikarenakan pihak bank sedang dalam keadaan sibuk karena mempersiapkan laporan akhir tahun dan tutup buku.

Agar lebih mudah mendapatkan KPR, lakukan pengajuan di awal tahun atau pertengahan tahun. Sedangkan waktu terbaiknya adalah pada saat minggu ketiga atau keempat karena di waktu tersebut biasanya bank sedang kejar target untuk mendapatkan customer yang menginginkan jasanya.

Dengan memahami beberapa point yang menyulitkan Anda mendapatkan KPR dari Bank Syariah di atas, semoga Anda dapat lebih terbantu mengatasinya. Wujudkan mimpi Anda sedini mungkin selagi masih muda agar kesempatan masih terbuka lebar dan masih ada tenggang waktu bila belum berhasil mencoba mendapatkan KPR.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar